Kamis, 09 Juli 2015

IRONI EKSISTENSI PENDIDIKAN SALAF


Pendidikan, sebuah kata yang kerap kali terngiang ditelinga manusia awam. Sebuah interaksi sosial berupa metode belajar mengajar, baik antara dua individu atau kelompok, dan secara formal ataupun non formal. Adakalanya juga bersifat tidak langsung atau dapat diartikan secara tersirat, dimana seperti ketika seseorang memperoleh suatu hal baru,yang sebelumnya itu belum didapatkannya, dan dari situlah diambil suatu pelajaran.
Pada perkembangannya, terutama di Indonesia sendiri. Pendidikan telah berpacu sejalan dengan berkembangnya zaman. Dimana salah satu contohnya adalah kebijakan pemerintah yang menaikkan standarisasi wajib belajar menjadi 12 tahun . Alasan tersebut tidak lepas dari harapan pemerintah guna meningkatkan kualitas SDM dinegeri ini.
Berkaca pada pernyataan tersebut, sudah dapat ditebak bahwa pantauan yang diprioritaskan pemerintah adalah sekolah-sekolah negeri yang mempunyai potensi memajukan SDM tersebut. Terutama juga bagi para pelajarnya yang mempunyai kemampuan lebih di dalam akademiknya.
Lalu yang sedikit menjadi permasalahannya adalah, mau di bawa kemana pendidikan yang berbasis salafi (Islami).yang sudah ada dan berkembang sejak masuknya ajaran agama Islam di nusantara. Dan juga telah menjadi sesepuh lembaga pendidikan  di negeri ini.
Ada beberapa metode pembelajaran dalam pendidikan salaf itu sendiri, seperti menggunakan model madrasah diniyyah, hingga pada yang namanya pondok pesantren.
Kebanyakan dari metode-metode pengajaran pendidikan seperti itu disampaikan oleh seorang ulama ataupun para kyai, yang notabene adalah seorang yang ahli dalam permasalahan agama ('alim). Dengan menggunakan kurikulum tetap dan masih memakai tradisi kuno, yaitu lewat kitab-kitab salaf, atau yang lebih dikenal dengan istilah kitab kuning. Yang di dalamnya mengajarkan macam-macam pelajaran ushuluddin, semisal ilmu Tauhid, Hadits, Tafsir, dan lain sebagainya.
Di Indonesia sendiri, sistem pendidikan ini terbilang masih minoritas. Dan faktor utama yang paling berpengaruh yaitu  kalah bersaing dengan model pendidikan umum sekarang. Karena pendidikan umum dinilai mempunyai arah kedepan yang jelas, sedangkan dari pendidikan salaf sendiri orang masih belum mengetahuinya.
Sistem pendidikan salaf yang mana masih menggunakan kitab kuning sebagai literatur dinilai sudah tidak lagi efektif jika melihat keadaan zaman. Pembahasan yang terkandung di dalamnya juga masih menggunakan logika era dulu. Yang pada akhirnya hal itu tidak singkron dengan kaedaan sekarang, yang tentunya juga banyak hal-hal baru yang tidak ada pada zaman dulu.
Dan selain itu, masih banyak alasan lagi yang menjadikan eksistensi pendidikan salaf semakin tertekan. Contoh salah satu diantaranya, juga tidak lepas dari arus globalisasi. Dimana seseorang dituntut siap menerima perubahan-perubahan pola hidup, sampai pola berpikirnya.
Ketika seorang berpikir bahwa nilai-nilai yang ada pada masalah salaf, sudah tidak terlalu penting. Dan menjatuhkan perhatian pada pendidikan umum. Maka kita pada dasarnya patut prihatin, karena hakikatnya  pelajaran-pelajaran yang ada pada kitab salaf, itu diibaratkan sebagai benteng dalam menata akidah dan akhlak kita. Agar tidak tergerus arus moderenisasi yang kebanyakan pada keadaannya bertentangan dengan aturan-aturan yang telah di syari'atkan.
Namun, kendati realitanya demikian, toh masih ada juga lembaga-lembaga salaf yang tetap eksis hingga saat ini. Setidaknya masih mampu membentengi diri dari moderenisasi. Yaitu antara lain seperti pondok pesantren Sarang, Rembang, Lirboyo Kediri, dan masih ada lagi ponpes-ponpes yang tersebar di kota-kota besar. Yang mana mereka masih melestarikan tradisi kuno, demi menjaga eksistensinya. Akan tetapi hal itu memang selayaknya harus di pertahankan jika tidak mau menjadi budaknya zaman.
Mungkin bagi mereka yang terlibat di dalamnya (menjadi bagian dari metode salafi) akan berharap banyak pada pemerintah, agar diberikan perhatian lebih atau paling tidak mendapat prioritas yang sama dengan pendidikan umum. Tapi itu kembali lagi pada realita yang terlihat, apakah akan ada perubahan atau masih tanpa perubahan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar